Mencetak Wali Intelek, Cara Gus Madjid Modernisasi Pesantren Kedunglo

Mencetak Wali Intelek, Cara Gus Madjid Modernisasi Pesantren Kedunglo
Sejarah

Mencetak Wali Intelek, Cara Gus Madjid Modernisasi Pesantren Kedunglo

Admin DPRW25 November 2025

🚀 Visi Modern Sang Pembaharu

Saat memimpin Pondok Pesantren Kedunglo, KH. Abdul Madjid Ma’roef membawa angin perubahan yang segar. Kalau ayahnya dulu membatasi jumlah santri, Gus Madjid justru membuka pintu selebar-lebarnya. Beliau sadar zaman sudah berubah. Santri nggak cukup cuma pintar ngaji kitab kuning, tapi juga harus melek ilmu umum.

Makanya, beliau mendirikan sekolah formal mulai dari Madrasah Diniyah, SMP, hingga SMA di lingkungan pondok. Mottonya keren banget: "Mencetak Wali yang Intelek dan Intelek yang Wali." Artinya, beliau ingin lulusannya punya hati yang dekat dengan Tuhan tapi otaknya cerdas ilmu pengetahuan.

Gaya kepemimpinannya juga adaptif alias luwes. Contohnya, pengajian rutin Kitab Al-Hikam awalnya diadakan malam Jumat. Tapi karena banyak jamaah yang kerjanya kantoran (PNS/Pegawai) dan susah ikut kalau malam, beliau setuju memindahkannya ke Minggu pagi. Beliau juga santai menanggapi para "haters" atau orang yang kontra. Bagi beliau, orang yang membenci justru berjasa karena bikin kita makin semangat berdoa.

🌟 Poin-Poin Penting

  • Ekspansi Pondok: Membuka penerimaan santri seluas-luasnya dan membangun gedung asrama baru.
  • Pendidikan Terintegrasi: Menggabungkan ilmu agama dan ilmu umum (sekolah formal) agar santri siap menghadapi zaman.
  • Fleksibel: Mau mengubah jadwal pengajian demi mengakomodasi jamaah yang bekerja kantoran.
  • Mental Baja: Menganggap pembenci (kontra) sebagai "partner" yang memacu semangat ibadah, bukan musuh.

💡 Pelajaran yang Bisa Diambil

  1. Adaptasi itu Kunci: Pemimpin yang baik harus bisa membaca kebutuhan zaman (pentingnya sekolah formal).
  2. Solutif: Mendengarkan keluhan bawahan/jamaah (soal jadwal ngaji) dan memberikan solusi yang memudahkan.
  3. Respon Positif terhadap Kritik: Jangan baper kalau ada yang nggak suka. Jadikan kritik atau kebencian orang lain sebagai bahan bakar untuk jadi lebih baik.

Istilah Sulit:

  • Intelek: Orang yang memiliki kecerdasan dan ilmu pengetahuan (biasanya merujuk ke akademis/ilmu umum).
  • Wali: Dalam konteks ini, kekasih Allah atau orang yang sangat dekat secara spiritual dengan Tuhan.
  • Kontra: Orang atau pihak yang tidak setuju atau menentang sesuatu.